Kamus · Bab 9 dari 9

Bab 9. Karier & Tools

10 istilah dalam bab ini · Bagian 1: Kamus Digital Marketing
Bab penutup Kamus ini mengangkat istilah seputar cara kerja tim marketing dan pengembangan karier, dari pendekatan Growth Hacking hingga alat analisis strategi seperti SWOT Analysis.
101
Growth Hacking

Pendekatan pemasaran yang mengutamakan eksperimen cepat dan kreatif dengan biaya rendah untuk mencari cara pertumbuhan bisnis yang paling efektif.

Seperti mencari jalan pintas tercepat menuju puncak gunung dengan mencoba beberapa jalur sekaligus dalam waktu singkat.

Growth Hacking sering disalahpahami sebagai "trik instan", padahal intinya adalah budaya bereksperimen cepat berdasarkan data, bukan mencari celah atau manipulasi.

Sebuah aplikasi baru menawarkan bonus ruang penyimpanan tambahan bagi pengguna yang berhasil mengajak temannya mendaftar.

102
Marketing Stack (MarTech)

Kumpulan berbagai tools dan teknologi yang digunakan sebuah tim marketing untuk menjalankan, mengelola, dan mengukur seluruh aktivitas pemasaran mereka.

Seperti kotak perkakas seorang tukang, berisi berbagai alat berbeda yang masing-masing punya fungsi khusus namun bersama-sama menyelesaikan satu pekerjaan besar.

Memiliki terlalu banyak tools tanpa integrasi yang baik justru bisa membuat data tersebar dan sulit dianalisis secara utuh.

Sebuah tim marketing menggunakan kombinasi tools untuk media sosial, email marketing, dan analitik sebagai bagian dari Marketing Stack mereka.

103
No-code Tools

Perangkat lunak yang memungkinkan seseorang membuat website, aplikasi, atau otomatisasi tanpa perlu menulis kode pemrograman sama sekali, biasanya menggunakan sistem drag-and-drop.

Seperti menyusun mainan balok yang sudah dirancang khusus agar bisa disusun jadi bentuk rumit tanpa perlu memahat sendiri.

No-code Tools sangat membantu mempercepat proses pembuatan, tapi biasanya punya keterbatasan fleksibilitas dibanding pengembangan dengan kode manual.

Seorang digital marketer membuat landing page sendiri menggunakan No-code Tools tanpa melibatkan developer.

104
Live Chat

Fitur percakapan langsung secara real-time antara pengunjung website dengan tim customer service, biasanya muncul dalam bentuk jendela obrolan kecil di pojok layar.

Seperti memiliki petugas yang selalu berdiri siap membantu di pintu masuk sebuah toko.

Live Chat yang lambat direspons justru bisa terasa lebih mengecewakan dibanding tidak menyediakannya sama sekali.

Sebuah toko online memasang Live Chat di halaman produk agar calon pembeli bisa langsung bertanya soal stok atau ukuran.

105
Survey Tool

Perangkat lunak yang digunakan untuk membuat, menyebarkan, dan mengumpulkan hasil survei atau kuesioner dari audiens maupun pelanggan.

Seperti kotak saran modern yang bisa disebar ke banyak orang sekaligus dan hasilnya otomatis terangkum rapi.

Kualitas hasil Survey Tool sangat bergantung pada bagaimana pertanyaan disusun, pertanyaan yang ambigu bisa menghasilkan data yang menyesatkan.

Sebuah bisnis mengirim survei singkat lewat email kepada pelanggan yang baru saja menerima pesanan.

106
Freemium Model

Model bisnis yang menawarkan versi dasar produk atau layanan secara gratis, sementara fitur-fitur tambahan yang lebih lengkap hanya bisa diakses dengan membayar.

Seperti mencicipi sampel gratis di sebuah toko kue, cukup untuk merasakan kualitasnya, tapi jika ingin satu loyang penuh, tetap perlu membayar.

Kunci keberhasilan Freemium Model terletak pada keseimbangan fitur gratis, harus cukup bermanfaat tapi tidak terlalu lengkap agar ada insentif upgrade.

Sebuah aplikasi desain menawarkan fitur dasar secara gratis, sementara akses ke ribuan template premium hanya tersedia bagi pengguna berlangganan.

107
Pay-Per-Result

Model kerja sama pembayaran di mana biaya hanya dikenakan jika hasil yang telah disepakati benar-benar tercapai, bukan berdasarkan waktu kerja atau proses yang dilakukan.

Seperti membayar seorang pemandu wisata hanya jika berhasil membawa rombongan sampai ke puncak, bukan sekadar membayar per jam.

Model ini terdengar minim risiko bagi klien, namun perlu kesepakatan yang sangat jelas soal definisi "hasil" sejak awal agar tidak muncul perselisihan.

Sebuah agensi bekerja sama dengan klien menggunakan skema Pay-Per-Result, dibayar berdasarkan jumlah leads valid yang dihasilkan.

108
Elevator Pitch

Penjelasan singkat dan padat tentang sebuah ide, produk, atau bisnis yang bisa disampaikan dalam waktu sangat terbatas, biasanya sekitar 30 detik hingga 1 menit.

Seperti menjelaskan inti sebuah ide kepada seseorang yang kebetulan satu lift dengan kita, hanya punya waktu sesingkat perjalanan lift.

Elevator Pitch yang baik fokus pada masalah yang diselesaikan dan nilai yang ditawarkan, bukan menjelaskan seluruh detail teknis produk.

Seorang pendiri startup berlatih menjelaskan bisnisnya dalam satu kalimat singkat sebagai Elevator Pitch andalannya.

109
Competitive Advantage

Keunggulan yang dimiliki sebuah bisnis yang membuatnya lebih baik atau lebih sulit ditiru dibanding kompetitor, memberi posisi lebih kuat dalam persaingan pasar.

Seperti pelari yang memiliki teknik pernapasan khusus yang sudah dilatih bertahun-tahun, keunggulan itu sulit ditandingi secara konsisten.

Competitive Advantage berbeda dari sekadar USP dalam satu campaign, USP bisa berupa klaim pemasaran sesaat, sementara ini keunggulan struktural yang sulit ditiru.

Sebuah perusahaan logistik memiliki jaringan gudang paling luas di suatu wilayah, sehingga mampu mengirim barang lebih cepat dibanding kompetitor.

110
SWOT Analysis

Metode analisis yang mengidentifikasi Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman) sebuah bisnis untuk membantu penyusunan strategi.

Seperti melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh sebelum menyusun rencana pelatihan.

SWOT Analysis hanya bermanfaat jika ditindaklanjuti dengan langkah konkret, banyak bisnis membuat SWOT yang rapi namun berhenti sebagai dokumen semata.

Sebuah bisnis kuliner rumahan melakukan SWOT Analysis dan menemukan kekuatan mereka di cita rasa otentik, namun kelemahannya di kapasitas produksi.